Jumat, 21 Oktober 2011

kemacetan keringat dan jakarta

kemacetan di jakarta memang sudah gak asing lagi bagi semua orang indonesia .apa lagi ditambah meningkatnya jumlah kendaraan pribadi tiap tahunya .Polisi merilis tahun 2010 ini jumlah kendaraan di jakarta mencapai 11.362.396 unit kendaraan. Terdiri dari 8.244.346 unit kendaraan roda dua dan 3.118.050 unit kendaraan roda empat.kalau kita bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya ini bukan sebuah prestasi yang membanggakan bagi sebuah kota besar.kalau hal semacam ini dibiarkan dan masyarakat apatis dengan hal itu , tidak menutup kemungkinan 10 tahun kemudian jakarta menjadi kota konvoi kendaraan,jakarta menjadi sesak karena dijejali banyak kendaraan yang semakin bertambah .dan bangunan-bangunan liar yang sudah banyak tumbuh dipinggir jalan ikut meramaikan penyebab terjadinya kemacetan di Jakarta . jalan yang sudah macet ditambah dengan bangunan liar dipinggir jalan yang memakan tempat ,menyebabkan jalan menjadi kecil dan menganggu para pengguna jalan yang ingin melaluinya.namanya Jakarta kalau gak macet ya, bukan Jakarta. itu kata kebanyakan teman yang sudah lama di Jakarta seolah-olah sudah terbiasa dan sudah jadi makanan mereka tiap harinya .bukan gubernur atau bahkan presiden yang bisa mengatasi kemacetan di Jakarta tapi kita semua.memang si cuma bisa berkomentar tapi kalau bukan dari kita sendiri siapa lagi ? kalau bukan dari sekarang kapan lagi ?

lepas dari kemacetan di Jakarta ,kehidupan di Jakarta sungguh menyenangkan sebenernya .mau beli apa ?ada semua .mau kemana ? ramai semua? tidak seperti dikampung tempat tinggal saya .mau cari makan malem harus naik motor sekitar 2km dari rumah.tapi mungkin disini saya harus lebih berhati-hati dalam kehidupan kota karena meskipun disini ada apa saja yang tidak ada dikampung sana tapi itu malah sebenanya yang harus kita waspadai.

sering saya menggunakan jasa angkutan umum untuk mencapai tujuan saya di Jakarta ,hampir setiap hari .ketika motor tidak ada saya memakai jasa angkutan umum.selain efisien dalam persoalan tenaga angkutan umum juga lebih efisien dalam persoalan biaya maklum anak perantauan . jarak dari rumah menuju kampus lumayan dekat sebenarnya tapi dikarenakan macet,jadi jaraknya terasa lumayan jauh.waktu perjalanan yang dibutuhkan menuju kampus 45menit tapi bisa menjadi 2jam bahkan bisa menyampai 2-3jam .waktu yang sangat lama dan menjadikan energi saya terkuras habis didalam angkutan umum.kemcetan di Jakarta tak tentu kapan waktunya.kadang terjadi kemacetan tiba-tiba dan memakan waktu yang lumayan lama.semisal ada mobil mogok di lampu merah atau tabrakan antara angkutan umum dan pengendara pribadi yang menyebabkan perkelahian.bahkan juga tawuran pelajar yang tidak pandang medan tawuranya.ketika terjadi kemacetan kita tidak bisa menghindari kemacetan di jakarta ketika kita sedang berada dikendaraan umum.itu sama saja kita melawan waktu .kita harus melawanya mau gak mau akibatnya kita harus rela menunggu didalam angkutan umum dan membiarkan air keringat membasahi tubuh kita.

disaat terik siang yang membakar tubuh dan kemacetan menyiksa diri ,apa yang harus dilakukan ?jawabanya pasrah dan berdoa.suatu hari saya melihat seorang wanita setengah baya mungkin sehabis pulang kerja dengan muka pucat lemas berdiri bergelantungan didalam angkutan umum karena tidak mendapat tempat duduk dan angkutanya sudah miring tampak dari depan kalau dilihat.melihat sorot matanya yang penuh dengan kekesalan dan kepasrahan menghadapi kemacetan didalam angkutan umum.dahinya yang perlahan mengeluarkan keringat seketika di lap dengan selembar tissue yang mungkin sudah lembab karena digunakan terus-menerus untuk mengelap keringatnya.tanganya yang sudah cape memegang tiang pegangan yang berada di atas menunjukan bahwa wanita ini sudah kelelahan didalam angkutan umum.saya berpikir bagaimana wanita pasrah menghadapi kemacetan di Jakarta.apa dia sudah biasa?atau dia memang sudah gak punya pilihan lain selain menghadapi kemacetan?mungkin dia akan membutuhkan tissue yang banyak dan menyiapkan stamina sebelum naik angkutan umum atau dia membeli mobil pribadi untuk perjalanan pulang-perginya dan itu menambah penyebab kemacetan di Jakarta.

memang  sulit membuat Jakarta tidak mengalami kemacetan dan juga kemacetan di Jakarta gak bisa dihindari tapi setidaknya kita bisa mencegah tidak terjadi yang  terlalu parah .caranya bagaimana ?coba tanyakan ke diri anda masing-masing.yang dibutuhkan bukan sikap kita bagaimana mengatasi kemacetan ?tapi kesadarn kita akan kemacetan.kalau bukan dari kita siapa lagi ? kalau bukan dari sekarang kapan lagi ?salam perubahan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar