Jumat pukul 13.30 Wib setelah selesai salat jumat gua dan my brada pergi meninggalkan kota Purbalingga. Kota yang tercinta (asekkk)..... Akhirnya cita-cita untuk pergi naklukin gunung lawu tercapai juga. maklum gua dan doi punya hobi hiking sejak lulus SMA. Bisa dibilang anak mapala gitu hehehe...
Kita berangkat naik bus dari Stasiun purwokerto naik Bus umum kelas ekonomi jurusan Purwokerto-Solo meskipun ampe Jogja dioper lagi ama Bus jurusan Surabaya. Behh... tapi jangan salah ekonomi juga asikk bro, ada full music yang nemenin perjalanan kita. Sebut aja pengamen jalanan . ampun suaranya bagus-bagus bro.sambil nikmatin sawah & tenggelamnya matahari. Ada salah satu pengamen dari Gombong pake gitar nyanyi regge tapi suaranya keren narsis bro, kaya Bob marley. Dan sebenernya Cerita ini gua tulis buat referensi gua dan sebagai bukti cerita sejarah ke anak-anak gua nanti kalau udah gede (asekkk)...
Jumat malem pukul 21:00 Wib kita udah nyampe Solo. Gak terasa waktu udah malem dan kita udah ketinggalan Bus terakhir ke Tawangmangu,tempat tujuan Pos pendakian kita. Sampai diterminal Solo kita kebinggungan mencari tempat tidur dan gak tau harus tidur dimana ! modal nomor Hp lama teman my barda dan mulut yang pinter ngeles kita coba hub mapala dari UNS, meskipun sebenernya kita gak ada yang kenal satupun anak UNS(Universitas Negri Solo). Tanpa diduga mereka pun merespon kami,mungkin karena kita sesama mapala. Kami pun dijemput diStasiun dan kami pun disambut dengan friendly banget ama anak-anak UNS. Kami diantar ke base camp mereka di Garba Wirabuana,kantor sekretariat mereka. Kita dijamu kaya temen yang udah lama gak pernah ketemu. Betapa gua terkagum-kagum ama jiwa sosial mereka yang friendly banget. Dan kami pun bermalam dikantor sekre mereka semalem. Sampai paginya sebelum kami berangkat kebetulan di UNS lagi ada acara dan kami pun mampir di Stand mereka untuk promosi kegiatan kemahasiswaan mereka. Sampai siang pukul 09.00 Wib kita melanjutkan tujuan kita untuk ke gunung Lawu. Kami pun diantar sampai kedepan kampus untuk naik bus lagi menuju Tawangmangu. Sayang kita gak punya foto mereka untuk mengucapkan terima kasih di cerita ini. Salam persahabatan dari kita masbro & mba bro :)
Sabtu pukul 11.00 Wib kita suda mencapai pos pendakian gunung Lawu. Betapa kagetnya gua dan my barada setelah sampai disitu. Ternyata Gunung ditutup sampai situasi memungkinkan pendaki untuk naik ke atas puncak. Kesel,Marah,Kecewa jadi satu. Betapa lesunya muka my barada tahu berita kaya gitu. Kenapa tidak ada pemberitahuaan langsung kepada kita tentang info status gunung. Kita pun beranjak pergi, tiba-tiba ada seorang pendaki dari jakarta menyapa kami. terlihat dia duduk sendiri menunggu seorang temannya. dia bercerita tentang dirinya yang sudah semalam nginap di pos pendakian katanya sih ditinggal temenya yang sudah duluan naik ke atas. Namanya Rizal.
Gua dan my brada bertanya-tanya kenapa temennya si Rizal ini bisa naik kepuncak sedangkan kita tidak. kita putuskan untuk bermalam di pos ini. sampai sore masih juga belum ada pemberitahuan tentang aktivitas gunung. dan kami putuskan jalan-jalan saja sampai ke pos 1. disana kami lihat banyak kebakaran hutan. Gua gak tahu apa penyebabnya mungkin karena musim panas atau ulah segelintir tangan-tangan jahil manusia untuk kebutuhan hidupnya.dan kami pun langusng lekas mematikan api yang tersebar dibeberapa titik kebakaran.waktu sudah mulai sore dan kabut pun sudah mulai turun,kami begegas kebawah pos untuk bermalam. Tiba-tiba ditengah perjalanan pulang kami bertemu dengan sekelompok pendaki juga dari Jakarta. kita bertanya-tanya lagi kenapa mereka juga diizinkan naik keatas puncak. Dan akhirnya kami kembali terpaksa meminta ijin untuk naik keatas puncak dan melaporkan kejadian yang kami lihat. akhirnya dengan perserteruan panjang kami akhirnya diizinkan naik oleh mas Gendut penjaga pos pendakian gunung Lawu.
Pukul 20:00 Wib kita berrangkat naik keatas. Tapi Saya Rizaldi tidak ikut bersama kami. sebeluim berangkat kita juga bertemu dengan 2 orang bule cewe cantik dari Canada. Namanya Julia & Jessica. Sayang gua gak punya foto mereka padahal gua suka banget tuh ama si julia. Anaknya nyenengin kalau diajak ngomong(meski gak faseh English) Freindly banget dah tuh Bule. pokonya kalau gua ketemu nanti guapenginn cimu dia heheheh (ngarep)

Perjalanan kepuncak akhirnya kita lanjutkan berdua tanpa dan teman kita dari Jakarta. suasana sepi,senyap hanya ada suara alam dan cahaya bulan yang roantis banget pada waktu itu seakan mengusir takut yang ada dihati. langkah demi langkah,menit demi menit kita lalui tanpa terasa. itu karena semngat kami yang semakin menggebu untuk mencapai puncak.
Jam 00:00 Wib kami sampai di puncak Lawu. kita langsung menuju warung Mbok Yem. Warung Mbok Yem merupakan warung tertinggi yang gua pernah gua lihat di Indonesia coz doi udah lama menetap diatas puncak dan gak pernah sepi katanya. Setiap hari ada aja pendaki yang naik ke atas gunung lAwu. Kami pun bermalam disana dengan disambut pendaki dari Surakarta&Solo yang suda terlebih dahulu sampai puncak lewat jalur lain. setelah disuguhi segelas wedabng jahe kita langsung berbaring melepas lelah di warung Mbok Yem disamping pendaki-pendaki lain tidur.
Jam 06.00 aku terbangun dari tidur mimpi pagi. Setumpuk semangat iringi langkah gua buat lihat sunrise meskipun agak telat sih tapi gua nikmatin sambil foto-foto dan minum teh dari Mbok Yem
tanpa peduli angin kenceng yang berhembus gua mengabadikan momen yang gak akan bisa terlupakan ini.
tulisan ini gua akhiri dengan kebahagian gua yang udah naklukin puncak lawu.terima kasih semuanya yang udah ngedukung perjalanan gua,salam persahabatan


